RSS
Facebook
Twitter

Sabtu, 21 Desember 2013

Perenungan



Hidup itu terlalu singkat untuk diisi dengan berbagai hal yang tidak jelas.
Rata-rata umur manusia hidup di dunia ini tidak lebih dari seratus tahun, dan jika dicermati lagi mungkin hanya 60 % dari sekian waktu hidupnya yang produktif bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri. Nah dalam kenyataan bahwa hidup manusia di dunia itu tidak lama, ternyata ada saja manusia yang mempergunakan waktunya untuk mengurusi atau memperhatikan banyak hal yang tidak jelas manfaat dan tujuannya. Saya membuat tulisan ini bukan untuk menilai seseorang, tetapi saya ingin mengajak anda dan saya sendiri untuk lebih menata hidup.

Dimulai dari sebuah pertanyaan, yang saya yakin tidak semua orang menanyakannya kepada dirinya sendiri, yakni :
 Sesungguhnya, apa sih tujuan kita hidup di dunia ini? coba renungkan sejenak kemudian jawablah dengan jujur. Saya yakin banyak orang yang tidak bisa menjawabnya dengan yakin, kenapa coba? Karena sebelum seseorang hidup di dunia ini dia tidak pernah meminta untuk dihidupkan dan dia tidak pula membuat sebuah rencana dalam hidup yang akan dia peroleh. Nah lo..

Terus terang saya adalah seorang muslim, dan dari kitab suci agama saya yakni al quran, saya bisa menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan di atas dan lebih dari itu saya juga menemukan sebuah penggambaran kehidupan yang sangat utuh yang dengannya hati saya menjadi penuh dengan kemantapan, tidak ada lagi rongga kebingungan dan kebimbangan.
Dalam surat al insan di ayat-ayat awal surat tersebut, ada sebuah penggambaran yang sangat apik dan menakjubkan, coba kita simak baik-baik...
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang bisa disebut ?”(1), “ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (2).

Saya dan anda semua, saya yakin adalah manusia yang saat ini telah diberikan pendengaran dan penglihatan, pertanyaannya, dengan membaca dua ayat di atas adakah kemudian kita berpikir dan mengambil pelajaran?

 Coba kita baca berulang-ulang dua ayat tersebut.

Manusia itu ternyata tidak menggenggam hidupnya sendiri, dia dihidupkan dan telah ditentukan pula tujuan dari hidup yang dia peroleh, lantas apa tujuan yang telah ditentukan itu?..tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepada Tuhan..”Dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.
Dengan petunjuk yang kita peroleh dari ayat al quran tersebut maka kita kemudian diuji, apakah kita  menerimanya atau mengingkarinya..hal ini pun digambarkan pula dengan jelas dalam kelanjutan surat al insan ayat 3 :..”Sesungguhnya Kami telah menunjukkannya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir”

Sebagai alinea penutup, saya sampaikan pertanyaan lagi kepada kita semuanya, termasuk dimanakah kita sekarang? Manusia yang bersyukur ataukah manusia yang ingkar (kafir) atas petunjuk yang sangat jelas ini?..

0 komentar:

Posting Komentar