Hidup itu terlalu singkat untuk diisi dengan berbagai hal
yang tidak jelas.
Rata-rata umur manusia hidup di dunia ini tidak lebih dari
seratus tahun, dan jika dicermati lagi mungkin hanya 60 % dari sekian waktu
hidupnya yang produktif bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri. Nah dalam
kenyataan bahwa hidup manusia di dunia itu tidak lama, ternyata ada saja
manusia yang mempergunakan waktunya untuk mengurusi atau memperhatikan banyak
hal yang tidak jelas manfaat dan tujuannya. Saya membuat tulisan ini bukan
untuk menilai seseorang, tetapi saya ingin mengajak anda dan saya sendiri untuk
lebih menata hidup.
Dimulai dari sebuah pertanyaan, yang saya yakin tidak semua
orang menanyakannya kepada dirinya sendiri, yakni :
Sesungguhnya, apa sih
tujuan kita hidup di dunia ini? coba renungkan sejenak kemudian jawablah dengan
jujur. Saya yakin banyak orang yang tidak bisa menjawabnya dengan yakin, kenapa
coba? Karena sebelum seseorang hidup di dunia ini dia tidak pernah meminta
untuk dihidupkan dan dia tidak pula membuat sebuah rencana dalam hidup yang
akan dia peroleh. Nah lo..
Terus terang saya adalah seorang muslim, dan dari kitab suci
agama saya yakni al quran, saya bisa menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan
di atas dan lebih dari itu saya juga menemukan sebuah penggambaran kehidupan
yang sangat utuh yang dengannya hati saya menjadi penuh dengan kemantapan,
tidak ada lagi rongga kebingungan dan kebimbangan.
Dalam surat al insan di ayat-ayat awal surat tersebut, ada
sebuah penggambaran yang sangat apik dan menakjubkan, coba kita simak baik-baik...
”Bukankah telah datang
atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang bisa disebut ?”(1), “
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur
yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami
jadikan dia mendengar dan melihat” (2).
Saya dan anda semua, saya yakin adalah manusia yang saat ini
telah diberikan pendengaran dan penglihatan, pertanyaannya, dengan membaca dua
ayat di atas adakah kemudian kita berpikir dan mengambil pelajaran?
Coba kita
baca berulang-ulang dua ayat tersebut.
Manusia itu ternyata tidak menggenggam hidupnya sendiri, dia
dihidupkan dan telah ditentukan pula tujuan dari hidup yang dia peroleh, lantas
apa tujuan yang telah ditentukan itu?..tidak lain dan tidak bukan adalah untuk
beribadah kepada Tuhan..”Dan tidaklah
kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.
Dengan petunjuk yang kita peroleh dari ayat al quran
tersebut maka kita kemudian diuji, apakah kita
menerimanya atau mengingkarinya..hal ini pun digambarkan pula dengan
jelas dalam kelanjutan surat al insan ayat 3 :..”Sesungguhnya Kami telah menunjukkannya jalan yang lurus; ada yang
bersyukur dan ada pula yang kafir”
Sebagai alinea penutup, saya sampaikan pertanyaan lagi
kepada kita semuanya, termasuk dimanakah kita sekarang? Manusia yang bersyukur
ataukah manusia yang ingkar (kafir) atas petunjuk yang sangat jelas ini?..


