RSS
Facebook
Twitter

Senin, 03 Maret 2014

Bermula dari impian



Buku 7 keajaiban rezeki karya Ippho Santosa mengajak kita untuk merangkai hidup yang kita jalani ke dalam bingkai yang “semestinya”, bahwa dalam hidup ini manusia membutuhkan rezeki maka semestinya manusia menata dirinya untuk memperoleh rezeki. Dalam buku tersebut ippho memandu kita untuk bisa memposisikan diri sehingga rezeki yang memang telah digariskan bisa kita peroleh dalam bentuk takdir yang indah, saya menyebut demikian karena segala upaya yang kita lakukan pada akhirnya bermuara pada suatu takdir. Dengan ikhtiar yang baik tersebut maka dengan izin-Nya ikhtiar tersebut akan berujung pada takdir yang baik. Tidak ada balasan bagi suatu kebaikan melainkan kebaikan pula.

Rezeki itu sudah dipastikan, dan selama kita masih hidup maka pasti kita akan memperolehnya, yang tidak pasti itu (bagi manusia tentunya, bukan bagi Tuhan) adalah kapan waktunya, berapa jumlahnya, dimana tempatnya. Dengan trik otak kanan maka ketidakpastian itu bisa diramu menjadi sebuah dinamika yang menarik layaknya petak umpet, singkatnya demikian, disaat apa yang kita inginkan belum ada maka kita mengawali dengan memimpikannya, kemudian setelah itu kita berdoa memohon kepada Penguasa Takdir, selanjutnya kita berikhtiar lahir dan batin tanpa kenal menyerah.  Dengan rangkaian sederhana ini maka “ketidakpastian” dapat dihadapi dengan percaya diri. Bahkan apabila hal ini mampu dilaksanakan secara berkelanjutan maka meskipun impian kita belum terwujud maka sesungguhnya kita tetap akan memperoleh manfaat yang besar, yakni terbentuknya karakter sebagai seorang pejuang.  Apapun yang kita inginkan baik untuk urusan dunia maupun untuk urusan akhirat sesungguhnya semuanya membutuhkan perjuangan.

Semua tips yang disampaikan Ippho menurut saya sangat menarik dan baik untuk dicoba, satu hal yang ingin saya cermati yakni mengenai impian. Saat ini kita hidup di zaman dimana faham materialis berkembang dengan suburnya, kenyataan ini sedikit banyak mempengaruhi seseorang dalam memimpikan sesuatu hal. Sebuah impian semestinya dibangun di atas kesadaran yang mendalam, bukan atas dasar pemikiran yang dangkal karena impian sesungguhnya adalah suatu hal yang akan menghabiskan banyak waktu kita bahkan jiwa raga kita, karenanya sangatlah naïf apabila apa yang  menjadi impian kita di dalam hidup ini hanya sebatas materi.   Menurut saya, saat ini ketika seseorang ditanya mengenai impiannya maka kebanyakan orang akan menyampaikan berbagai macam impian yang terbatas secara materi, seperti misalnya memimpikan sebuah usaha dengan omset milyaran, mobil mewah, rumah mewah, jalan jalan keliling dunia dan lain sebagainya.

Apapun capaian kita dalam hidup jika itu tidak mengantarkan kita pada kedekatan diri kepada-Nya maka semua itu tidak ada artinya, ini adalah prinsip yang harus dipegang oleh orang yang beriman. Kebahagiaan itu tidak bisa diletakkan di luar hati kita, karenanya jika kita mempersyaratkan kebahagiaan itu atas dasar pencapaian kita pada hal hal yang bersifat materi maka sesungguhnya kita telah menggadaikan kebahagiaan kita pada tempat yang salah. Oleh karena itu saya mengajak semua orang yang beriman untuk menata kembali impiannya.

Sabtu, 21 Desember 2013

Perenungan



Hidup itu terlalu singkat untuk diisi dengan berbagai hal yang tidak jelas.
Rata-rata umur manusia hidup di dunia ini tidak lebih dari seratus tahun, dan jika dicermati lagi mungkin hanya 60 % dari sekian waktu hidupnya yang produktif bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri. Nah dalam kenyataan bahwa hidup manusia di dunia itu tidak lama, ternyata ada saja manusia yang mempergunakan waktunya untuk mengurusi atau memperhatikan banyak hal yang tidak jelas manfaat dan tujuannya. Saya membuat tulisan ini bukan untuk menilai seseorang, tetapi saya ingin mengajak anda dan saya sendiri untuk lebih menata hidup.

Dimulai dari sebuah pertanyaan, yang saya yakin tidak semua orang menanyakannya kepada dirinya sendiri, yakni :
 Sesungguhnya, apa sih tujuan kita hidup di dunia ini? coba renungkan sejenak kemudian jawablah dengan jujur. Saya yakin banyak orang yang tidak bisa menjawabnya dengan yakin, kenapa coba? Karena sebelum seseorang hidup di dunia ini dia tidak pernah meminta untuk dihidupkan dan dia tidak pula membuat sebuah rencana dalam hidup yang akan dia peroleh. Nah lo..

Terus terang saya adalah seorang muslim, dan dari kitab suci agama saya yakni al quran, saya bisa menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan di atas dan lebih dari itu saya juga menemukan sebuah penggambaran kehidupan yang sangat utuh yang dengannya hati saya menjadi penuh dengan kemantapan, tidak ada lagi rongga kebingungan dan kebimbangan.
Dalam surat al insan di ayat-ayat awal surat tersebut, ada sebuah penggambaran yang sangat apik dan menakjubkan, coba kita simak baik-baik...
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang bisa disebut ?”(1), “ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (2).

Saya dan anda semua, saya yakin adalah manusia yang saat ini telah diberikan pendengaran dan penglihatan, pertanyaannya, dengan membaca dua ayat di atas adakah kemudian kita berpikir dan mengambil pelajaran?

 Coba kita baca berulang-ulang dua ayat tersebut.

Manusia itu ternyata tidak menggenggam hidupnya sendiri, dia dihidupkan dan telah ditentukan pula tujuan dari hidup yang dia peroleh, lantas apa tujuan yang telah ditentukan itu?..tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepada Tuhan..”Dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.
Dengan petunjuk yang kita peroleh dari ayat al quran tersebut maka kita kemudian diuji, apakah kita  menerimanya atau mengingkarinya..hal ini pun digambarkan pula dengan jelas dalam kelanjutan surat al insan ayat 3 :..”Sesungguhnya Kami telah menunjukkannya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir”

Sebagai alinea penutup, saya sampaikan pertanyaan lagi kepada kita semuanya, termasuk dimanakah kita sekarang? Manusia yang bersyukur ataukah manusia yang ingkar (kafir) atas petunjuk yang sangat jelas ini?..

Awal cinta ngebloging



Mengapa ada orang yang suka membaca blog, padahal isi sebuah blog apapun temanya biasanya bersifat sangat subyektif. Tulisan yang diupload umumnya adalah pandangan atau pendapat pribadi tanpa melalui diskusi panjang lebar, tidak seperti tajuk rencana dalam sebuah surat kabar.  Sebenarnya saya juga tidak bisa menjawab dan menjelaskan hal ini dengan baik, namun yang saya rasakan ketika membaca sebuah blog seseorang apapun temanya, saya bisa merasakan sebuah komunikasi yang dekat, tidak jauh berbeda ketika kita membaca sebuah surat yang ditujukan untuk kita. Rasanya asyik aja gitu, yang bikin bosen itu kalau  iklan yang dimunculin di blog ndak ada kaitannya sama sekali dengan tema blog, seperti misal blog dengan tema motor sport, tapi iklan yang ditampilikan bukan roda atau oli melainkan obat kuat, apa lagi ditambah dengan gambar gambar yang seronok. 

Bicara tentang blog, ada beberapa blog indonesia yang saya suka dan paling sering saya kunjungi, yang pertama adalah blogodolar, blog ini berisi tips tips mendapatkan uang dari blog. Saya suka dengan blog ini bukan karena semata tips mencari uang secara on line tetapi lebih pada segi penulisan setiap konten yang diupload, terasa ringan namun berbobot. Tulisannya pun, menurut saya, sangat jujur dan apa adanya, bahkan banyak menyampaikan trik trik untuk bisa sukses meraup dolar. Dan dari blogodolar tersebut saya juga mulai mengenal blogger yang lain yang tak kalah menarik blognya yakni bloguebo.com, blog ini juga berisi tentang berbagai tips bisnis on line, menurut saya setiap tulisannya ditulis dengan gaya yang santai apa adanya namun hebatnya banyak sekali yang mengikuti, bahkan ketika berstatus hiatus selama setahun pun blog tersebut masih sering dikunjungi, salah satunya saya sendiri.

Sebenarnya saya sangat tertarik untuk bisa menjalankan bisnis on line atau mencari penghasilan melalui blog, namun sampai saat ini sepertinya saya belum bisa melakukannya dengan baik, karena ternyata tidak  semudah yang saya bayangkan. Harus fokus, cermat dan kreatif. Dan juga harus hati-hati, alih alih mencari rezeki ternyata malah bantuin orang buat menipu. Namun demikian hal ini tetap tidak menyurutkan minat saya kepada dunia bloging, saya tetap bisa memanfaatkan media blog sebagai media aktualisasi saya. Saya bisa menuliskan apa saja yang ingin saya tuliskan, mengajak orang lain untuk membaca tulisan saya dan mungkin juga berdiskusi dengan banyak orang termasuk anda yang saat ini membaca tulisan ini. Entah apa alasan anda membaca tulisan saya ini, tapi saya merasa cukup senang dan berterimakasih, ternyata ada yang tertarik untuk membaca tulisan saya.